Keunggulan apartemen semi furnished paling terasa saat Anda mulai menghitung biaya nyatanya. Calon penghuni yang memilih unfurnished sering langsung menghubungi desainer interior. Biaya produksi furnitur saja sudah mulai dari Rp1,5 juta per meter persegi, belum termasuk jasa desain dan instalasi.[1]
Sementara itu, fully furnished memaksa Anda membayar lebih untuk perabot yang belum tentu cocok dengan selera. Lalu apartemen semi-furnished seperti apa yang sebenarnya menjawab kedua masalah ini sekaligus? Simak penjelasannya sebelum memutuskan.
Secara definisi, apartemen semi furnished adalah unit yang sudah terisi furnitur dasar berukuran besar dan bersifat permanen, meski tidak selengkap fully furnished. Umumnya mencakup AC split, water heater, kitchen set, lemari built-in, dan instalasi kamar mandi.
Dengan begitu, pembeli harus melengkapi dengan tempat tidur, sofa, meja makan, dan peralatan elektronik seperti TV, kulkas, atau mesin cuci bila memerlukannya.
Item yang tersedia juga umumnya yang paling mahal, paling berat, dan paling rumit dipasang sendiri. Sementara yang belum ada justru lebih mudah Anda beli bertahap sesuai kebutuhan dan selera.
Namun, istilah “semi furnished” memang tidak ada standar bakunya di industri properti di Indonesia. Oleh karena itu, isinya bisa beda pada tiap developer. Penting untuk mengonfirmasi detail itemnya langsung sebelum memutuskan.
Kalau tadi sudah jelas apa yang ada dan tidak ada, pertanyaan berikutnya lebih penting: mengapa pilihan ini lebih masuk akal daripada dua opsi lainnya?
Memulai dari unit kosong berarti menanggung biaya instalasi, ongkos tukang, dan waktu koordinasi untuk semua itu sekaligus di awal, sebelum satu pun furnitur personal masuk.
Belum lagi risiko salah ukuran kitchen set atau posisi AC yang kurang optimal karena pengerjaannya tidak terintegrasi dengan developer. Bisa dikatakan bahwa semi furnished memotong semua kerumitan itu dari daftar pekerjaan Anda.
Sebuah apartemen yang upgraded full furnished ternyata hanya menaikkan harga jualnya Rp200 juta, padahal biaya furnishing bisa mencapai Rp600 juta.[2] Ini berarti rugi bersihnya mencapai Rp400 juta dalam tiga tahun.
Alasannya sederhana: pembeli berikutnya hampir selalu ingin mengganti furnitur sesuai selera sendiri, sehingga nilai furnitur existing tidak terbawa penuh ke harga jual. Semi furnished menghindari jebakan ini karena Anda tidak membayar premium untuk hal yang belum tentu menaikkan resale value.
Tidak harus keluar budget besar sekaligus, tapi juga tidak memulai dari nol. Melengkapi furnitur sisanya bisa secara bertahap, sesuai prioritas dan kemampuan.
Dengan fleksibilitas seperti ini, semi furnished cocok untuk first-time buyer maupun investor yang ingin mengontrol pengeluaran awal lebih cermat.
Data terbaru menunjukkan 68% pembeli apartemen saat ini adalah end-user atau orang yang memang berencana tinggal sendiri, bukan sekadar mencari return investasi.[3] Profil inilah yang paling banyak mendapat keuntungan dari skema semi-furnished.
Pekerja yang baru pindah kota atau mulai mandiri tidak perlu repot mengangkut furnitur besar dari tempat lama karena komponen terberat sudah tersedia. First-time buyer dengan anggaran terbatas bisa langsung huni dulu, lalu melengkapi sisanya secara bertahap sesuai prioritas.
Sementara 32% yang merupakan investor juga tidak dirugikan.[3] Menyewakan unit semi furnished bisa lebih mudah karena calon penyewa tinggal menambahkan furnitur kecil sesuai selera, tanpa harus menanggung biaya fully furnished di muka yang tidak selalu terbayar lewat harga sewa.
Berbicara soal semi-furnished, detail isinya jauh lebih penting daripada sekadar labelnya.
Cleon Apartment Park, Jakarta Garden City, paket semi-furnished sudah mencakup:
AC split — komponen paling krusial di iklim tropis, pemasangan mandiri bisa makan biaya dan waktu signifikan
Kitchen set — lemari dapur atas dan bawah sebagai fondasi dapur fungsional tanpa mulai dari nol
Lemari — solusi penyimpanan terintegrasi yang hemat ruang, terutama di unit studio atau 1BR
Mesin cuci dan dryer — dua item yang jarang masuk paket semi furnished di pasar apartemen umumnya, tapi sudah tersedia di sini
Kombinasi ini menjadikan Cleon Park di atas standar dalam industri secara umum. Unit benar-benar siap huni tanpa beban dan pembelian alat besar di awal.
Selain itu, terdapat benefit seperti Free PPN, DP 0 rupiah, dan biaya-biaya sudah termasuk dalam paket (syarat dan ketentuan berlaku). Dengan begitu, beban finansial di tahap kepemilikan awal jadi jauh lebih terukur.
Tersedia dalam tipe studio, 1 bedroom, 2 bedroom, hingga 3 bedroom, dengan akses langsung ke pintu tol JORR, KRL Stasiun Cakung, Halte Busway Transjakarta, AEON Mall, dan IKEA dalam satu kawasan. Untuk hunian maupun investasi sewa jangka panjang, nilai lokasi ini yang membuat unit di sini relevan jauh melampaui kondisi furnishing-nya saja.
Pada akhirnya, keputusan soal furnishing selalu bisa Anda revisi. Furnitur bisa Anda beli bertahap. Item yang kurang cocok bisa diganti seiring waktu.
Lokasi, di sisi lain, tidak bisa diubah. Sementara yang tidak bisa Anda tarik kembali adalah biaya kejutan yang muncul setelah akad akibat kurang cermat membaca syarat dan ketentuan.
Keunggulan apartemen semi furnished justru paling terasa saat Anda mencocokkannya dengan profil Anda sendiri, bukan memilih karena tren. Apakah Cleon Park Apartment di Jakarta Garden City cocok untuk kebutuhan Anda?
Konsultasikan langsung dengan tim JGC, termasuk simulasi total biaya kepemilikannya.
| Senin - Sabtu | : | 09:00 - 20:00 WIB |
| Minggu | : | 09:00 - 21:00 WIB |